Sunday, September 25, 2016

MUSDA II ASKONAS PROPINSI JAMBI


Kegiatan yang dilakukan di sini merupakan langkah perwujudan visi DPD ASKONAS Provinsi Jambi yaitu "Masyarakat Jasa Konstruksi yang Profesional, Adil dan Sejahtera".


KEGIATAN PENGUKUHAN PAN KOTA JAMBI





Kelahiran Partai Amanat Nasional (PAN) dibidani oleh Majelis Amanat Rakyat (MARA), salah satu organ gerakan reformasi pada era pemerintahan Soeharto, PPSK Muhamadiyah, dan Kelompok Tebet.
PAN dideklarasasikan di Jakarta pada 23 Agustus 1998 oleh 50 tokoh nasional, di antaranya mantan Ketua umum Muhammadiyah Prof. Dr. H. Amien Rais, , Goenawan Mohammad, Abdillah Toha, Dr. Rizal Ramli, Dr. Albert Hasibuan, Toety Heraty, Prof. Dr. Emil Salim, Drs. Faisal Basri, M.A., A.M. Fatwa, Zoemrotin, Alvin Lie Ling Piao, dan lainnya.
Sebelumnya pada pertemuan tanggal 5–6 Agustus 1998 di Bogor, mereka sepakat membentuk Partai Amanat Bangsa (PAB) yang kemudian berubah nama menjadi Partai Amanat Nasional (PAN).
PAN bertujuan menjunjung tinggi dan menegakkan kedaulatan rakyat, keadilan, kemajuan material, dan spiritual. Cita-cita partai berakar pada moral agama, kemanusiaan, dan kemajemukan. Selebihnya PAN menganut prinsip non-sektarian dan non-diskriminatif. Untuk terwujudnya Indonesia Baru, PAN pernah melontarkan gagasan wacana dialog bentuk negara federasi sebagai jawaban atas ancaman disintegrasi. Titik sentral dialog adalah keadilan dalam mengelola sumber daya sehingga rakyat seluruh Indonesia dapat benar-benar merasakan sebagai warga bangsa.
Pada Pemilu 2004, PAN mencalonkan pasangan Amien Rais dan Siswono Yudo Husodo sebagai calon presiden dan wakil presiden untuk dipilih secara langsung. Pasangan ini meraih hampir 15% suara nasional.
Tanggal 5–7 Juli 1998, dilaksanakan Tanwir Muhammadiyah di Semarang yang dihadiri oleh seluruh jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta utusan dari tingkat Wilayah (provinsi). Dalam sidang komisi, mayoritas peserta menginginkan agar warga Muhammadiyah membangun partai yang baru. Namun dalam keputusan resmi dinyatakan, bahwa Muhammadiyah tidak akan pernah berubah menjadi parpol, juga tidak akan membidani lahirnya sebuah parpol. Tetapi warga Muhammadiyah diberi keleluasaan untuk terlibat dalam parpol sesuai dengan minat dan potensinya.
Tanggal 22 Juli 1998, Amien Rais menghadiri pertemuan MARA di hotel Borobudur. Hadir dalam acara membahas situasi politik terahir ini, antara lain: Goenawan Mohammad,Fikri Jufri, Dawan Raharjo, Ratna Sarumpaet, Zumrotin, dan Ismet Hadad. Dari hasil diskusi dan evaluasi kinerja MARA, Goenawan kemudian menyimpulkan bahwa disepakati perlunya MARA memersiapkan pembentukan partai, disamping fungsinya semula sebagai gerakan moral. Tim kecil yang diharapkan akan membidani lahirnya sebuah parpol kemudian dibentuk.( Jangan Lupakan Sejarah)

Sunday, September 18, 2016

SEANDAINYA




SAN-Kita banyak membuang waktu mencari kekasih yg sempurna dari pada menciptakan cinta yang sempurna.

Cinta takkan pernah egois adalah karena bila hanya diisi dengan hal seperti itu hanya akan berdampak kesia-sian.

AKU DIJAGA PAPA

Wahai suamiku yang aku cintai…
Aku terasa sangat bahagia dan hari yang ku lalui akan penuh dengan semangat jika kamu mencium pipiku saat aku bangun tidur dan saat aku ingin tidur. Kerana aku dapat merasakan hangatnya cintamu kepada ku walau ciuman itu cuma sesaat sahaja…
Setiap kali aku memasak untukmu, aku ingin sekali mendengar pujian darimu kerana berkat pujianmu itu boleh membuatkan ingin belajar memasak dengan lebih cekap dan sedap!Aku juga bahagia melihat selera kamu menjamah hasil air tanganku.

Saat aku mengandungkan anak kita, setiap saat dalam hidupku, aku dambakan belaian kasih sayang darimu, cukuplah sekadar mengusap perutku dan menggengam erat tanganku tanda kau selalu ada untuk aku dan anak kita…

Suamiku Sayang…

Tahukah kamu, saat aku merajuk denganmu, aku berkata “Pergilah cari perempuan yang lebih baik dari saya. Saya ni kan tak sempurna.”…sebenarnya maksudku ialah..Janganlah engkau pergi meninggalkan aku kerana aku tahu aku boleh menjadi isteri yang terbaik untukmu! Bimbinglah aku menjadi isteri yang baik. Fahamilah diriku ini. Setiap apa yang aku tuturkan, bukanlah kemahuan hatiku tatkala itu.

Bila kamu membantu aku membuat kerja-kerja rumah, tahukah kamu apa doaku didalam hati ini? “Ya Allah Ya Tuhanku, jauhkanlah suamiku dari neraka dan siksaanMu. Mudahkanlah segala urusannya denganMu kerana suamiku telah membantu aku memudahkan urusan rumah tangga kami” Tetapi di mulut, aku hanya mampu mengungkapkan “Terima Kasih” beserta senyuman ikhlas.

Tahukah kamu di saat kamu nyenyak tidur, aku asyik memerhatikan wajah kamu. Indah dan tenang ku rasakan di dalam hati ini dan aku merasakan akulah wanita paling bertuah kerana memiliki kamu dalam hidupku!Setiap nafas yang kamu lepaskan. aku dapat merasakan betapa hangatnya cinta kamu untukku dan sesungguhnya aku tidak mahu kehilangan kehangatan itu.Lalu aku berdoa “Ya Allah, ampunilah dosa suamiku. Sayangilah dia. Lindungilah dia dan berkatilah kehidupannya”

Suamiku yang aku kasihi….

Apabila kamu menghulurkan tangan untuk menjaga anak kita semasa aku sedang membuat kerja lain, tahukah kamu aku berasa sangat bersyukur mempunyai ayah yang hebat untuk anakku! Saat kamu memandang anak kita dengan penuh kasih sayang aku berdoa di dalam hati ini ” Ya Allah Ya Tuhanku, pandanglah suamiku dengan penuh kasih sayang sepertimana dia memandang anaknya sekarang ini di Hari Perhitungan kelak”

Oleh itu suamiku, janganlah terdetik walaupun sekali dalam hidupmu bahawa aku tidak menghargai segala penat lelah kamu kerana setiap apa yang kamu lakukan, aku tidak mampu balas dengan wang ringgit dan kata-kata. Aku hanya ada sebuah hadiah terindah buat kamu iaitu DOA….

Nukilan khas  dari Mama. untuk suami tercinta,  

JANGAN DIHABISI RUMPUTNYA

GUBERNUR JAMBI ZUMI ZOLA,PRESIDEN RI JOKO WIDODO,WAKIL PRESIDEN RI JUSUF KALA DAN WAKIL GUBERNUR JAMBI FACHRORI UMAR

SAN- Kita pasti kenal apa itu rumput, jika kita amati banyak filosofi kehidupan yang dapat kita petik dari sana, dimana rumput tumbuh memekar dapat dimakan oleh binatang ternak seperti sapi,kambing,kerbau dan makhluk mamalia lainnya.

Ada Pesan dari seorang tetua mengatakan jika kamu hidup pada rerumputan yang subur dan mekar maka potonglah dengan cara mu sendiri,apa menggunkan pisau,sabit,atau cangkul. 

Jika dengan pisau memotongnya maka rumput itu terpotong hanya dedaunan yang panjang,jika dengan sabit, maka yang terpotong adalah dedaunan yang panjang dan pendek, namun seadainya kamu dengan cangkul membersihkan rumput itu, maka lama kembalinya akan tumbuh rumput yang hijau itu...
bravoo...semoga memaknai...
 

Blogger news

Blogroll

About